BERTAHAN
Satu kata yang mudah diucapkan, tetapi sulit untuk dilakukan
Hanya sebagian orang yang memilih bertahan. Meskipun Dia tau, tak ada gunanya bertahan, mempertahankan perasaan untuk orang yang jelas-jelas hatinya sudah untuk orang lain.
Ya, memang berat. Tapi ini soal rasa, rasa yang tak bisa disuruh begitu saja untuk berhenti. Berhenti mencintai.
Jadi, setiap orang berhak memilih. Akan tetap bertahan dengan rasa cintanya, walaupun Ia tau konsekuensi dari keputusan yang Dia ambil hanya akan membuat hatinya terluka.
Atau pergi. Pergi meninggalkan sejuta harapan yang sudah lama Ia rangkai. Pergi melupakan dan menghapus rasa cintanya.
Dalam hal ini, aku memilih bertahan.
Aku menuruti kata hatiku, bahwa aku harus tetap bertahan dengan rasa ini. Tak perduli orang yang kucinta memperdulikannya atau tidak. Yang jelas aku punya cara sendiri untuk mencintainya.
Aku memilih bertahan dan membiarkan perasaan ini hilang dengan sendirinya. Tapi, memang susah menghilangkan perasaan ini. Nyatanya semakin aku mencoba menghilangkannya, perasaan itu justru semakin besar.
Aku bertahan, karena aku belum bisa menemukan sosok sepertimu. Belum ada yang mampu mengambil hatiku dan mengganti posisimu. Atau mungkin, memang aku yang belum mampu membuka hati. Membuka hati untuk orang baru yang mencoba masuk ke kehidupanku. Mencoba menjadi pelangi.
Ah, sudahlah. Aku sudah terlalu lelah untuk mencintai dari 0 lagi. Mencoba memahami karakter orang baru lagi.
Biar saja sekarang aku menikmati keputusan yang kuambil. Untuk tetap bertahan dengan perasaanku. Sampai hati dan pikiranku mencapai titik lelahnya
Sekarang, aku masih kuat bertahan pada hatimu
Entah sampai kapan lelahku. Atau mungkin aku tak akan lelah?
Entahlah. Tapi yang perlu Kau tau, bertahan itu tidaklah mudah.
Hanya sebagian orang yang memilih bertahan. Meskipun Dia tau, tak ada gunanya bertahan, mempertahankan perasaan untuk orang yang jelas-jelas hatinya sudah untuk orang lain.
Ya, memang berat. Tapi ini soal rasa, rasa yang tak bisa disuruh begitu saja untuk berhenti. Berhenti mencintai.
Jadi, setiap orang berhak memilih. Akan tetap bertahan dengan rasa cintanya, walaupun Ia tau konsekuensi dari keputusan yang Dia ambil hanya akan membuat hatinya terluka.
Atau pergi. Pergi meninggalkan sejuta harapan yang sudah lama Ia rangkai. Pergi melupakan dan menghapus rasa cintanya.
Dalam hal ini, aku memilih bertahan.
Aku menuruti kata hatiku, bahwa aku harus tetap bertahan dengan rasa ini. Tak perduli orang yang kucinta memperdulikannya atau tidak. Yang jelas aku punya cara sendiri untuk mencintainya.
Aku memilih bertahan dan membiarkan perasaan ini hilang dengan sendirinya. Tapi, memang susah menghilangkan perasaan ini. Nyatanya semakin aku mencoba menghilangkannya, perasaan itu justru semakin besar.
Aku bertahan, karena aku belum bisa menemukan sosok sepertimu. Belum ada yang mampu mengambil hatiku dan mengganti posisimu. Atau mungkin, memang aku yang belum mampu membuka hati. Membuka hati untuk orang baru yang mencoba masuk ke kehidupanku. Mencoba menjadi pelangi.
Ah, sudahlah. Aku sudah terlalu lelah untuk mencintai dari 0 lagi. Mencoba memahami karakter orang baru lagi.
Biar saja sekarang aku menikmati keputusan yang kuambil. Untuk tetap bertahan dengan perasaanku. Sampai hati dan pikiranku mencapai titik lelahnya
Sekarang, aku masih kuat bertahan pada hatimu
Entah sampai kapan lelahku. Atau mungkin aku tak akan lelah?
Entahlah. Tapi yang perlu Kau tau, bertahan itu tidaklah mudah.
Komentar
Posting Komentar