Postingan

MALAIKAT DARI SYURGA

Setelah beberapa postingan sebelumnya selalu melulu tentang Romance Percintaan Remaja. Yang mungkin kalian yang baca juga pada bosen wkwk Sekarang coba menulis sesuatu dengan temanyang berbeda. Masih tentang cinta tetapi, cinta yang satu ini lebih bersifat abadi dan tak bisa tergantikan oleh siapapun. Yap, mungkin dari pwrnyataan diatas, sedikit-sedikit udah mulai tau tulisan kali ini tertuju untuk siapa. Malaikat dari syurga. Ya, tentu dari kalimat diataspun sudah sangat istimewa julukannya. Julukan untuk seorang malaikat yang diturunkan ke Dunia. Malaikat yang dianugerahkan hati yang begitu lembut. Ya, Malaikat yang ku maksud yaitu IBU. Sosok perempuan tangguh yang berhati lembut. Ibu adalah malaikatku di Dunia. Tempat berkeluh kesah, tempat bersandar dan penyemangat terbaik. Tak ada yang bisa menggantikan sosoknya yang begitu berhaga di kehidupan ini. Yang sudah dengan ikhlas mengorbankan seluruh tenaga, air mata dan kesabaran. Mulai dari mengandung 9 bulan lamanya, men...

BERTAHAN

Satu kata yang mudah diucapkan, tetapi sulit untuk dilakukan Hanya sebagian orang yang memilih bertahan. Meskipun Dia tau, tak ada gunanya bertahan, mempertahankan perasaan untuk orang yang jelas-jelas hatinya sudah untuk orang lain. Ya, memang berat. Tapi ini soal rasa, rasa yang tak bisa disuruh begitu saja untuk berhenti. Berhenti mencintai. Jadi, setiap orang berhak memilih. Akan tetap bertahan dengan rasa cintanya, walaupun Ia tau konsekuensi dari keputusan yang Dia ambil hanya akan membuat hatinya terluka. Atau pergi. Pergi meninggalkan sejuta harapan yang sudah lama Ia rangkai. Pergi melupakan dan menghapus rasa cintanya. Dalam hal ini, aku memilih bertahan. Aku menuruti kata hatiku, bahwa aku harus tetap bertahan dengan rasa ini. Tak perduli orang yang kucinta memperdulikannya atau tidak. Yang jelas aku punya cara sendiri untuk mencintainya. Aku memilih bertahan dan membiarkan perasaan ini hilang dengan sendirinya. Tapi, memang susah menghilangkan perasaan ini. Nyata...

AKU, KAU dan DIA

AKU, iya aku yang selama ini selalu menjaga perasaanku untukmu, yang menemanimu dari nol dan kau tinggalkan begitu saja setelah kau rasa dirimu telah hebat. KAU, kau yang begitu tega meninggalkan bahkan mengkhianati ketulusan cintaku. Kau yang dulu begitu menyayangiku dan kini kita bagaikan orang asing semenjak kau mengenal Dia. DIA, dia yang tiba-tiba saja datang dan menghancurkan impian yang pernah kita rangkai bersama. Dia yang dengan mudahnya mengambil hatimu.Merusak dongengku demi keindahan cerita di dongengnya. Aku, Kau dan Dia. 3 orang dalam sebuah percintaan. Begitu rumit hubunganku denganmu setalah kau mengenalnya. Dia yang awalnya hanya kau anggap teman bahkan tak ada rasa lebih. Tetapi mengapa sekarang seperti ini jadinya? Sebuah tanda tanya besar yang ada di benakku. Mengapa kau tega mengorbankan hubungan yang telah lama kita jalin ini, hubungan yang dilanasi dengan suatu komitmen dan kepercayaan bahwa tak akan ada orang lain yang bisa masuk ke hubungan ini. Lantas,...

APRIL di 2018

April, tak terasa sudah memasuki bulan april. Bulan dimana seharusnya aku merasa bahagia, bulan yang biasa nya kita tunggu berdua. Ya, tentu saja karena di bulan ini adalah bulan kelahiran kita berdua. Kita ? ya mungkin tak pantas lagi untuk disebut kita, karena kini yang ada hanya aku dan kamu. Dua orang yang kini terasa asing, padahal dahulu begitu dekat bahkan lebih dekat dari nadi. Entah, apa dia juga masih mengingat tanggal penting di akhir bulan yang berkaitan dengan hari spesialku. Kurasa tidak, bahkan untuk komunikasi pun sudah 3 bulan lebih kami tak pernah bertukar pesan, bertanya kabar apalagi bertegur sapa. Bahkan semua sosial mediaku pun Ia blokir, entah apa alasaannya tapi kurasa itu sebuah tindakan kekanak-kanakan yang tak pantas dilakukan oleh orang yang akan beranjak memasuki kepala dua. Ya, hanya tinggal hitungan beberapa hari saja kita berdua genap berusia 20 tahun. Memang selama 5 tahun kebelakang kita tak pernah sempat mempunyai waktu yang pas untuk sekedar me...

KEPERGIANMU

Aku tahu, pada hakikatnya setiap pertemuan pasti berujung pada perpisahan. Bahkan untuk cinta yang pernah kuanggap akan selalu menemaniku menjalani hari demi hari dengan begitu bahagia, bahkan juga pada akhirnya Ia memilih untuk pergi meninggalkan. Tak ada yang bisa disalahkan perilhal kepergian yang begitu tiba-tiba yang tentu membuat luka.

PILIHAN HATIMU

Aku tak bisa memaksamu untuk memilihku, untuk tetap menjadikanku prioritas dan orang yang spesial di hatimu. Aku pun tak bisa memutar waktu agar kembali pada masa dimana kau masih memliki cinta yang hanya untukku, bukan seperti sekarang. Kau telah berpindah ke lain hati, kau telah memilihnya sebagai pilihan hatimu. Aku tak berhak melarangmu, pada siapa kau akan jatuh cinta. Aku tak bisa memaksakan kehendakku. Jika memang kau rasa Ia lebih pantas mendampingimu, Ia lebih mencintaimu lebih dari cinta yang selama ini ku berikan untukmu. Tak apa, aku ikhlas asal bisa melihatmu tersenyum bahagia walau bukan denganku. Memang sulit, berat dan aku tak sanggup menerimanya. Tapi, Jika itu pilihanmu, aku hanya bisa berdoa semoga Dia memang yang terbaik untukmu. Manusia mempunyai kebebasan untuk memilih, tapi aku tak yakin Dia mampu mencintaimu seperti layaknya cintaku. Aku tak yakin Dia benar mencintaimu tanpa mengharapkan apapun darimu. Yang aku takutkan, Dia hanya hadir untuk memanfaatkan ...

RAHASIA DAN KEBOHONGAN

Sebenarnya, setelah kepergianmu, setelah perpisahan kita, setelah semuanya berakhir, aku menyimpan rahasia. Rahasia dimana hanya hatiku yang mengetahuinya. Ya, aku menyimpan kebohongan dan rahasia besar. Kebohongan bahwa aku baik-baik saja setelah kepergianmu. Aku berbohong, ya aku menyimpan rahasia dan kebohongan itu dibelakang teman, sahabat dan keluargaku. Setiap kali ada yang bertanya perihal hatiku, perihal sudah move on belum, masih kepikiran tidak, atau pertanyaan lain yang masih ada sangkut pautnya denganmu, selalu kujawab dengan kalimat yang tegas dan senyuman kupasang diwajah, tapi pada kenyataannya, hatiku tak sebahagia dan sebaik yang terlihat. Dalam keramaian ketika di kampus atau sedang kumpul keluarga atau kumpul bersama teman, mungkin aku bisa tertawa lepas seperti tak ada beban, bisa melupakan rasa sakit hati ini. Tetapi selepas itu, ketika sendiri di kamar, kerap kali aku tak sengaja mengingatmu, terbayang wajah dan saat-saat bercanda denganmu. Tak bisa diboho...